Komunikasi verbal adalah salah satu bentuk komunikasi yang biasa digunakan dalam dunia bisnis baik secara tertulis maupun secara lisan. Ketika seseorang berkomunikasi maka ada beberapa hal yang mempengaruhinya seperti kepribadian, kemampuan, sikap, sistem kepercayaan dan pandangan terhadap suatu masalah.
Kita contohkan misalnya Bahasa Inggris. Pada dasarnya cukup mudah untuk mengajari orang dari negara lain tentang suatu perintah sederhana dengan bahasa lokalnya. Pada sisi lain bahasa internasional yang sering digunakan adalah bahasa inggris, sebagai contoh bila seorang Italia bertemu dengan seorang Denmark maka bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Bahkan di Asia bahasa inggris merupakan bahasa untuk bisnis, tourisme dan pengawasan atau kendali dalam penerbangan.
Bahasa Inggris amatlah populer di Eropa karena paling tidak bangsa di sana punya kemiripan ejaan dan suku kata dengan bahasa Inggris. Namun bukan berarti kita degan serta merta berbicara Inggris kepada seseorang. Sebaiknya kita mengetahui apakah ia benar-benar bisa bahasa Inggris atau tidak.
Apabila kita berkomunikasi dengan seseorang yang hanya dapat menggunakan bahasa Inggris pas-pasan ada beberapa kiat yaitu tetap menjaga agar kalimat mudah dipahami, berbicara dengan pelan dan jelas, seperti contoh orang Polandia mengucapakan kata coke, atau coca cola dengan beberapa kali untuk mengucapakannya dengan benar, dan jangan menggunakan idiom (dialek) yang tidak standar.
Adapula macam komunikasi verbal lainya yaitu pollitese, adalah suatu bentuk penggunaan komunikasi yang tujuannya menampilkan respek dan ketertarikan pada sesuatu, misalnya di Perancis banyak ditemui frase kata seperti monsieur, madame, sil vons plait yang tujuannya terkait dengan respek yang baik pada seseorang dan termasuk komunikasi lisan.
Bahasa tubuh dan Komunikasi non verbal adalah komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh, gerakan sebagai alat komunikasi dengan orang lain.
Ketika kita ingin memberi atau menyapaikan kesan pada orang lain, maka bahasa tubuh sangatlah perlu diperhatikan, contohnya di Thailand seseorang akan terkesan sombong ketika memperlihatkan telapak kaki atau sol sepatu pada orang lain, selain itu memegang kepala orang (menonyo, bahasa jawa) dll. Di India penggunaan tissue toilet juga akan menjadi tak begitu disukai dan memberi dengan tangan kiri akan dipandang sebagai tindakan tidak sopan. Di Indonesia komunikasi non verbal ini juga cukup banyak sesuai dengan keragaman budaya dan adat istiadat masing-masing daerah.
Dalam komunikasi non verbal dapat berupa :
Ø Procemics, yaitu meliputi perbedaan sosial yang ada
Ø Kinesik, yaitu meliputi gerak tubuh, mimik, kontak mata dan volume suara
Hal-hal di atas yang dapat memuat tingkah sesorang seolah-olah sombong, kekanak-kanakan dan pemalu jika tak diperhatikan dengan baik.
Tanda-tanda dalam berbahasa, misalnya seseorang memegang perut berarti menandakan kalau orang itu lapar, menggeleng berarti orang tersebut tidak tahu, melihat jam tangan berarti orang tersebut terburu-buru.
Komunikasi non verbal dari luar dapat ditandai dengan : pakaian, perhiasan, kosmetik, kendaraan, tempat tinggal, lingkungan sesorang itu tinggal, geografi dan penataan rambut, sedang komunikasi NV dari segi body language yang diperhatikan adalah ekspresi, kontak tubuh, kontak mata, postur tubuh, tics, sub vocal dll.
Enam langkah penting agar kita cakap dalam komunikasi non verbal adalah dengan memperhatikan kontak mata, ekspresi wajah, perilaku, selera humor, ucapan lisan, dan postur tubuh.
Anda ingin mencoba mengamati komunikasi non verbal ? Anda dapat bereksperimen kecil-kecilan dengan duduk di bandara, terminal bis, super market, cafe dan sebagainya. Anda akan melihat berbagai macam ekspresi non verbal di sana.
No comments:
Post a Comment