Saya cukup tertarik membaca sebuah buku (aduh...saya lupa judulnya). Dalam buku itu diuraikan kita sebenarnya ada dalam sebuah lomba. Standarnya kita sendiri yang menentukan. Start dan Finishnya kita yang menentukan sendiri. Jadi anda tidak perlu merasa bersaing dengan orang lain.
Begini...
Ada kisah antara seekor anjing dengan jangkrik. Anjing mengatakan bahwa jangkrik adalah binatang yang paling bodoh sedunia. Itu sebabnya jangkrik sering jadi mangsa dan mainan bagi hewan-hewan lain. Anjing memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan jangkrik. Untuk membuktikannya anjing menantang sang jangkrik untuk berlomba lari dan meloncati pagar.
Perlombaan pun dimulai. Anjing dengan cepat melesat bagaikan anak panah berlari dan dengan mudah berhasil meloncati pagar. Tibalah giliran sang jangkrik. Anjing tertawa ngakak melihat jangkrik berlari. Begitu meloncati pagar sang jangkrik terus terbentur pagar dan jatuh. Anjing tertawa puas karena ia adalah pemenangnnya.
Kemudian jangkrik menantang anjing untuk mengganti perlombaan. Sekarang jangkrik yang membuat aturan. Lombanya adalah siapa yang sanggup meloncat sekian kali panjang tubuhnya, maka ia adalah pemenangnya.
anjing masih tertawa terbahak-bahak karena ia yakin akan keluar lagi sebagai pemenangnya. Panjang badan masing-masing diukur. Perlombaan dimulai. Kembali anjing mulai sebagai peserta pertama. Setelah dilihat hasilnya, ternyata ia hanya sanggup meloncat ditempat 2 kali panjang tubuhnya.
Tibalah giliran jangkrik. Jangrik pun meloncat ditempat. Hasilnya ? Ternyata jangkrik sanggup meloncat 40 kali panjang tubuhnya. Maka kali ini anjing harus tertunduk lesu karena mengalami kekalahan.
Dari cerita di atas dapat diambil pelajaran bahwa dalam hidup ini kita dihadapkan pada pilihan. Apakah kita ingin makmur ? ingin sengsara ? itu semua adalah pilihan kita sendiri. Kita yang membuat aturan dan kita yang memilih. Bukan orang lain.
No comments:
Post a Comment