Friday, 29 August 2008

Kita Tidak Bisa Memuaskan Semua Klien

Saya sebagai dosen sudah berusaha secara maksimal untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan dan Pengajaran, Pengabdian Masyarakat dan Penelitian). Di samping itu saya juga sediakan waktu untuk mengelola jurusan. Setiap hari ada keputusan yang diambil dalam memberikan layanan kepada mahasiswa. Saya tidak punya waktu untuk mengembangkan diri saya pada jam kerja. Untuk itu saya manfaatkan waktu diatas jam 2 siang untuk melakukan pengembangan diri. Saya pulang setiap hari jam 17.00 dari kampus Panam. Selanjutnya apabila masih belum puas saya akan pergi ke Kampus 2 (Simpang Pelajar) yang ada akses internetnya. Selanjutnya malam hari jam 21.00 sampai jam 2.00 saya masih duduk di depan komputer untuk membuat bahan ajar atau menuntaskan tugas akademis yang ada.
Saya tidak mungkin mengorbankan identitas saya sebagai dosen karena menjabat struktural, karena saya sesungguhnya adalah DOSEN.
Saya kadang juga tidak habis fikir kenapa mahasiswa tidak mau melakukan hal yang sama ? Semasa kuliah saya punya tempat kost hanya sekedar untuk menitipkan baju. Dalam tas kuliah saya ada handuk kecil, sabun dan sikat gigi. Saya tidur di kampus dengan dosen yang kebetulan piket. Kadang-kadang dosen berbaik hati untuk membelikan saya makan malam atau nasi goreng karena telah ditemani begadang. Rasanyapun ilmu saya sangat dangkal sekali dan terus saya merasa haus akan ilmu. Waktu kuliah saya juga bergaul dan juga suka kemping dan mendaki gunung, namun saya selalu membawa paling tidak satu buku yang harus ditamatkan.
Dalam pengalaman daya selama 9 tahun mengajar saya selalu dikomplain oleh mahasiswa yang "CACAT". Cacat ini mencakup malas kuliah, malas belajar, malas mengumpulkan tugas, malas ..pokoknya yang ada kata malas di depannya. Mereka akan mengkambing hitamkan pekerjaan, keluarga atau umur agar dosen prihatin dengan dirinya. Mereka akan membuat perbandingan dengan perguruan tinggi lain (saya toh juga ngajar disana) untuk menunjukkan bahwa sistem itu buruk. Padahal sedikit banyaknya saya juga memiliki kontribusi dalam menyusun sistem Perguruan Tinggi lain itu.
Berdasarkan sebuah kalimat yang saya tangkap dari seorang teman saya/mentor saya DR. Zainal Hasibuan (Wakil Dekan Filkom UI) bahwa kita tidak mungkin dapat memuaskan semua klien. Kita tidak bisa melakukan sesuatu yang mereka inginkan kalau mereka tidak bisa mengikuti sistem.
Saya juga tidak mau menghapal nama-nama mahasiswa, karena kuatir akan berpengaruh terhadap objektifitas penilaian saya.
Intinya bahwa masa depan kita sebagai mahasiswa bukan berada di tangan dosen, atau lembaga tapi di tangan kita sendiri. Mau enak di masa depan tempuhlah kehidupan yang keras saat ini. Mau sengsara di masa depan tempuhlah kehidupan yang lunak dan santai saat ini.

No comments:

Post a Comment