Kita bisa saja pernah mengalami hal yang buruk akan sesuatu, tempat, orang, dan sebagainya. Namun apa yang kita alami tersebut belum tentu akan sama dengan apa yang dialami oleh orang lain dan kita tidak perlu mencegah orang lain untuk mengalami sendiri. Cukup kita ceritakan apa yang kita alami agar orang lain setelah kita sudah punya langkah antisipatif untuk itu.
Saya pernah membaca sebuah cerita (saya lupa buku apa). Ceritanya begini: Seekor Anjing liar berjalan di bawah pohon apel yang lagi berbuah lebat. Bahasa umumnya apel rasanya sangat lezat dan bergizi tinggi. Anjing tersebut berusaha memetik buah apel tersebut dengan cara melompat setinggi-tingginya. Namun berbagai macam upaya ia lakukan tetap saja tidak mampu menjatuhkan sebiji apel pun. Karena letih akhirnya anjing menyerah dan berteriak keras-keras "Apel rasanya pahit ". Kalimat itu diulanginya terus menerus untuk membentuk opini bahwa rasa apel adalah pahit. Tentu saja bangsa monyet akan senyum-senyum mendengar pernyataan itu. Namun dapat dipastikan bahwa bangsa anjing sudah terpengaruh oleh opini tersebut dan tidak akan pernah mau berurusan dengan namanya apel, karena pahit.
Nah..dari uraian tersebut bahwa kita tidak perlu melakukan itu, karena itu sangat tidak baik. Apalagi saat ini dalam kehidupan berbangsa sering terjadi apabila orang lain dapat nilai 150 dan dia mendapatkan 50. Maka dia tidak berusaha mencari agar dapat melewati nilai 150 malahan melakukan upaya agar nilai orang 150 diturunkan ke 50 atau dibawah itu.
No comments:
Post a Comment