Rasulullah SAW pernah ditanya : Wahai Rasulullah ! Orang yang paling beruntung itu yang bagaimana ?
Rasulullah menjawab : Barang siapa yang keadaannya hari ini kualitas hidupnya lebih baik dari hari kemarin maka dia adalah orang beruntung.
Ulasan :
Jawaban seperti itu kalau diulang-ulangi membaca maka akan jelas sekali bahwa bahasanya bermakna general. Akan muncul dugaan-dugaan dan estimasi untuk mengukur kualitas itu. Sebaiknya kita urai dan sederhanakan kalimat tersebut.
Dari waktu-kewaktu, standar kehidupan itu harus selalu meningkat. Misalnya hari ini kita hanya sholat wajib (atau kurang dari itu) maka dengan bertambahnya waktu jumlah dan kualitasnya bisa kita tingkatkan. Itulah sebabnya banyak orang yang meninggalkan shalat akibat fluktuasi keimanan dan penetapan standar yang terlalu tinggi dalam beribadah sehingga terasa memberatkan.
Contoh lain. Kalau zaman dahulu (..s/d 1990) yang dikatakan buta huruf itu adalah orang-orang yang tidak bisa membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia (Mereka umumnya bisa membaca tulisan arab). Kalau di era millenium orang yang dikatakan buta huruf itu adalah orang-orang yang buta teknologi (gaptek) karena orang yang buta huruf hingga tahun 1990an itu saat ini sudah pada uzur. Maka dengan perubahan standar itu membuat orang modern pun dianggap buta huruf kalau tidak menguasai teknologi.
No comments:
Post a Comment